Browse By

Mengenal Secara Lengkap 9 Jenis Algoritma Google

Di dunia modern saat ini, informasi merupakan salah satu hal yang sangat dibutuhkan. Diiringi dengannya adalah kemajuan dalam dunia teknologi yang tidak bisa dihindari. Dan salah satu bentuk perpaduan antara informasi dan teknologi saat ini adalah Google. Kehadiran google saat ini hampir tidak bisa dipisahkan dengan kebutuhan kita terhadap internet. Seperti satu kesatuan dimana internet saat ini sebagai bentuk kemajuan teknologi dan google sebagai sumber untuk mendapatkan informasi yang ada di dalamnya. Jadi, bila anda membutuhkan informasi apapun, Just Google It!!

Karena besarnya peran Google saat ini, para pemilik sumber informasi dan juga pemilik usaha/bisnis berlomba-lomba untuk berada dalam jangkauan Google khususnya berada pada halaman pertama dalam hasil pencarian. Tapi tahukah anda bagaimana cara Google bisa menampilkan informasi yang paling akurat dalam setiap hasil pencarian? Caranya adalah karena Google menggunakan Algoritma. Singkatnya, Algoritma inilah yang dibuat sedemikian rupa oleh para teknisi Google sehingga kita sebagai pengguna dapat mendapatkan informasi yang paling akurat sesuai dengan yang kita cari.

Nah, dalam kesempatan kali ini saya akan menjelaskan sedetail mungkin apa saja jenis-jenis Algoritma Google beserta fungsinya. Saya harap diakhir anda membaca postingan ini, anda dapat memperoleh wawasan yang dapat berguna. Mari kita mulai.

jenis-jenis-algoritma-google9 Algoritma Google Terupdate 2016

  1. Algoritma Google Panda

Google Panda mulai diperkenalkan pada bulan Februari 2011. Fokus algoritma Panda adalah memastikan agar konten-konten yang memiliki kualitas rendah tidak mendapatkan posisi yang baik di hasil pencarian. Dengan kata lain, dengan algoritma ini Google hanya ingin menampilkan situs-situs yang memiliki kualitas konten yang baik.

Mungkin anda bertanya, konten yang baik itu seperti apa? Ada beberapa hal yang bisa menjadi acuan dalam hal konten yang baik di mata Google, yaitu:

Original

Original disini artinya konten yang unik dan belum pernah atau tidak memiliki kesamaan dengan konten-konten yang beredar di internet. Konten seperti ini adalah artikel yang dibuat langsung oleh penulis dengan gaya bahasa sendiri dan tanpa adanya copy paste dari artikel lain.

Panjang Artikel

Hal lain yang termasuk konten yang baik adalah jumlah kata yang memadai. Khusus di Indonesia, sejauh yang saya lihat rata-rata jumlah kata yang mendapat ranking yang baik di Google adalah yang memiliki jumlah kata antara 500 sampai 1000 kata. Asumsinya dengan jumlah kata tersebut, informasi yang disampaikan dirasa cukup dan detail. Berbeda dengan rata-rata untuk skala Internasional, dimana menurut serpIQ jumlah kata yang mendapat 10 ranking teratas memiliki jumlah kata di atas 2000. Tentunya dengan menggunakan bahasa Inggris.

Relevan

Faktor lain adalah relevansi informasi yang ada di artikel. Algoritma Google condong kurang suka dengan hal yang dirasa ambigu. Misalnya, apabila tema yang dibahas dalam sebuah artikel adalah mengenai masakan, jangan nanti pembahasan justru mengarah kepada hal kesehatan. Hal ini dianggap dapat membingungkan pengguna dimana informasi yang dicari tidak sesuai dengan informasi yang didapat.

2. Algoritma Google Top Heavy

Algoritma ini mengacu pada layout halaman situs yang dikhususkan pada situs-situs yang memasang iklan dibagian atas konten (above the fold) secara berlebihan. Coba anda lihat gambar di bawah ini.

contoh-iklan-top-heavy-above-the foldImage Credit: tricksbag.com

Apakah anda pernah mengunjungi situs seperti gambar di atas?

Itulah contoh situs yang memasang iklan dengan berlebihan. Maksudnya berlebihan adalah karena di bagian atas halaman situs tersebut kita tidak bisa melihat atau menemukan kontennya. Hal ini di mata Google termasuk mengganggu pengguna, dan juga pemilik situs lebih condong kepada profit daripada memberikan informasi kepada pengguna.

3. Algoritma Google Penguin

Algoritma Penguin diluncurkan pada bulan April 2012. Algoritma Google Penguin dibuat untuk melawan situs-situs yang melakukan Spam. Ada cukup banyak teknik spam yang digunakan untuk mengelabui mesin pencari. Untuk kali ini saya akan menjelaskan 3 jenis spam yang banyak saya temui, berikut diantaranya:

Keyword Stuffing

Yang dimaksud keyword stuffing adalah penggunaan kata kunci utama secara berlebihan dengan cara menampilkan kata kunci tersebut secara berulang-ulang di dalam halaman situs. Contohnya dalam postingan ini kata kunci utama yang saya target adalah ‘algoritma google’. Agar bisa mendapatkan ranking yang bagus di Google, saya menggunakan kata kunci tersebut secara berulang-ulang di postingan saya tanpa memperhatikan kualitas artikel dan relevansinya terhadap tema yang sedang dibahas. Alhasil konten yang dibuat tidak enak untuk dibaca.

Cloaking

Untuk menjelaskan cloaking akan lebih mudah saya jelaskan berdasarkan pengalaman. Pada saat saya sedang mencari informasi di Google, seperti biasa saya akan mengunjungi situs-situs yang berada di halaman pertama sesuai hasil pencarian. Lalu pada saat saya mengunjungi salah satu situs tersebut, dalam hitungan antara 1 sampai 3 detik tiba-tiba saya diarahkan ke situs lain yang menampilkan informasi berbeda atau tidak sesuai dengan yang saya cari. Biasanya diarahkan ke halaman situs yang menjual sesuatu atau halaman situs yang penuh dengan banner-banner iklan.

Nah, apakah anda pernah mengalami hal seperti yang saya ceritakan di atas? Kalau pernah pastinya sangat mengganggu bukan. Hal inilah yang disebut cloaking. Salah satu strategi yang sangat dibenci oleh Google karena sangat merugikan pengguna.

Link Spamming

Contoh Link Spamming dimana sebuah situs membangun backlink secara tidak wajar. Biasanya dengan cara menyebar link melalui blog comment dan forum-forum online baik secara manual maupun menggunakan software. Ditambah lagi link yang disebar menggunakan anchor text yang selalu sama dan tidak relevan antara konten backlink dengan konten situs yang dituju.

Contoh dari penjelasan di atas adalah, adanya situs bertema teknologi yang mendapat ranking yang bagus di Google karena memiliki banyak backlink. Akan tetapi, backlink yang dimiliki banyak berasal dari situs-situs yang temanya tidak relevan seperti kesehatan, makanan, dan fashion. Sehingga dimata google hal ini tidaklah wajar karena dianggap memanipulasi search engine.

4. Algoritma Google Pirate

Diperkenalkan pada bulan Agustus 2012, algoritma pirate bertujuan untuk mencegah situs-situs yang banyak menerima laporan pelanggaran hak cipta mendapatkan ranking yang bagus di mesin pencari Google. Laporan ini dibuat melalui sistem DMCA (Digital Millenium Copyright Act) oleh orang-orang yang merasa konten yang ada di sebuah situs telah melanggar hak cipta orang lain dengan cara membuat konten tanpa izin.

5. Algoritma Google Exact Match Domain (EMD)

Muncul pada September 2012, tujuan dari algoritma EMD adalah untuk mencegah situs-situs yang memiliki konten buruk, tetapi mendapatkan peringkat bagus di Google hanya karena memiliki nama domain yang sama seperti kata-kata yang digunakan di dalam mesin pencari Google.

Contohnya saya mencari informasi di Google dengan mengetik kata ‘cara memasak ayam’, lalu di hasil pencarian halaman pertama muncul situs dengan nama domain yang sama yaitu ‘caramemasakayam.com’. Tetapi setelah saya masuk ke situs tersebut, konten yang disediakan sangatlah minim dan tidak jelas atau tidak mendetail. Untuk situs seperti inilah algoritma EMD diluncurkan Google.

6. Algoritma Google Payday Loan

Diluncurkan pada Juni 2013, Payday Loan adalah algoritma yang dibuat Google untuk secara spesifik menyisir frase atau kata kunci yang banyak digunakan untuk aktivitas spamming. Jadi, situs-situs yang memiliki konten yang terkait dengan beberapa kata kunci spammy, akan dicegah mendapatkan traffic dari Google dengan menurunkan peringkatnya sejauh mungkin. Contoh kata kunci yang dianggap spammy oleh Google diantaranya yang berbau pornografi.

7. Algoritma Google Hummingbird

Hummingbird diluncurkan pada September 2013. Algoritma ini berfungsi untuk menerjemahkan secara lebih luas arti dari sebuah kata kunci, atau bahasa lebih mudahnya sinonim dari kata kunci. Hal ini bertujuan untuk menghasilkan hasil pencarian yang lebih baik dan berkualitas. Silakan anda lihat gambar di bawah ini, saya mencari informasi dengan kata kunci ‘cara menjahit baju’.

contoh-hasil-pencarian-google-hummingbirdGambar di atas memperlihatkan 5 hasil pencarian teratas dari ‘cara menjahit baju’. Kalau anda perhatikan tidak ada satupun hasil yang persis sama seperti kata kunci yang saya tuju. Hasilnya lebih kepada sinonimnya atau arti dibalik kata kunci yang saya tuju. Hasil tersebut juga menunjukkan bahwa Google mengutamakan bukan hanya optimasi kata kunci tapi juga konten yang berkualitas.

8. Algoritma Google Pigeon

Algoritma Pigeon diluncurkan pada bulan Juli 2014, yang bertujuan untuk lebih memberikan hasil yang lebih akurat dalam pencarian lokal. Artinya khusus di Indonesia, hasil pencarian yang kita cari akan disesuaikan dengan lokasi dimana kita berada. Sebagai contoh saya saat ini berada di Jakarta, dan membutuhkan jasa wedding organizer, lalu saya cari di Google dengan kata kunci ‘jasa wedding organizer’, hasilnya seperti gambar di bawah ini.

contoh-hasil-pencarian-google-pigeonSeperti yang anda lihat, 5 hasil pencarian teratas semuanya mengarah ke jasa wedding organizer yang ada di Jakarta. Padahal saya tidak menulis secara spesifik di Jakarta, tetapi hal ini dirasa lebih mempermudah pengguna karena disesuaikan dengan lokasi dimana kita berada.

 9. Algoritma Google Mobilegeddon

Jenis algoritma terakhir dan terupdate Google adalah Mobile Friendly atau secara umum dikenal dengan Mobilegeddon. Diluncurkan pada bulan April 2015, algoritma ini dibuat sesuai dengan namanya karena saat ini semakin banyak orang yang menggunakan ponsel untuk mengakses internet. Head of Marketing Google Indonesia Veronica Utami melalui situs Viva mengungkapkan bahwa di Indonesia, para pengguna internet yang mengakses Google secara mobile sudah mencapai 75 persen. Sisanya mengakses melalui PC atau Laptop.

Karena saat ini akses internet banyak secara mobile, Google pun akhirnya membuat algoritma khusus untuk situs-situs yang menggunakan layout mobile friendly. Bahkan saat ini, hampir semua para pemilik situs merubah layout situsnya menjadi mobile friendly. Hal ini dikarenakan akan mempengaruhi posisi ranking situs di hasil pencarian Google melalui mobile device. Artinya, situs yang mobile friendly akan lebih berpeluang mendapat ranking yang bagus dibandingkan dengan situs yang belum mobile friendly.

Demikian pembahasan secara lengkap mengenai algoritma Google. Semoga berguna bagi anda untuk menambah wawasan ataupun berguna sebagai acuan anda dalam mengelola situs sesuai dengan ketentuan Google.

Share if you like :